myStory


Saya ini sejak masih kuliah sudah jualan karikatur. awalnya saya jualan karikatur  selebritis dan tokoh politik pada dosen dan teman teman. Waktu itu saya masih ingat bikinnya pada kertas ukuran A5an, pokoknya sekitar 20x15 cm. Saya jual dengan harga 10rb an, dan alhamdulilah laku. Seneng sekali, kan awalnya hanya iseng saja eh kok malah laku, ya alhamdulillah. Saya juga masih ingat, yang beli karikaturku waktu itu Bu Santi, dosen kriya logam. Posisinya waktu itu bu Santi ada di perpustakaan langsung saja saya tawarin , " Buk, mau beli karikatur ndak" Aku tunjukkan beberapa karikatur tokoh politik, ada gus Dur, SBY, Megawati, dan selebritis, vokalisnya D' Masiv, Inul Daratista, dan Jupe. Dia milih Karikatur Inul.
Selain dosenku, temenku juga beli, namanya Mayang. Asli Jakarta kalo ndak salah, tapi tinggal di Bojonegoro. Anaknya cantik, bersih kulitnya. Dia tidak beli karikatur tokoh, tapi dia beli jasa ku. Dia mau digambar. digambar langsung di tempat itu "Duh...gambar langsung di tempat". saya sebenarnya merasa kesulitan dengan media kecil, tapi saya ndak bisa nolak, dan saya emang berniat untuk jualan, ya kutrima saja. Dalam waktu sekitar 15 menit dia tak suruh diam, dan gambarnya jadi, tak kasikan dia. "Gimana May, bagus ndak?". " Bagus mas". Tapi ekspresinya berat, hehehe, kayaknya dia agak ndak puas. Tapi mau gimana lagi. Aku terima duitnya, terus aku pergi.


sebelah kiri ini Bu Santi

Beliau keren kan...hehehe.
Makasih Buk ya...!

 sebelah kanan ini Mayang, si cantik bukan buatan.




                                        

Nah...teman2, ini beberapa daganganku dulu yang masih tersisa. Lucu aja mengenang masa lalu.hehe


 


Karikatur Wedding. 
Sebuah pengalaman

          Mas Huhu adalah karikaturist Surabaya. Dia yang ngajak saya pergi ke pesta prekawinan, bikin karikatur di sana. Iya,, jadi kita bikin karikatur dengan dituntut cepat. Karikatur ini buat souvenir kawinan. Semacam fotobooth. waktu yang di butuhkan kalo bisa tidak lebih dari 15 menit. Namun kita main hitam putih saja. Kita disewa si punya hajat untuk bikin karikatur souvenir. Pertama kali saya ikut tempatnya di gedung pertemuan BallRoom PTC. Kita mulai jam 7malam hingga jam 11malam. Huft.. ngantri pooll... ndak ada waktu untuk istirahat. Celakanya, sebenarnya aku belum terbiasa gambar langsung semacam itu. Jadi saya duduk di belakan meja, pegang kertas dan pensil, para tamu yang digambar duduk di depan saya, dalam waktu maksimal 15 menit saya harus menyelesaikan gambar tersebut. owh... tangan dan jari saya masih terlalu kaku untuk melakukan hal semacam itu karena biasanya saya bikin gambar orang dengan melihat foto, lah ini harus  melihat orangnya langsung. Saya menyadari gambar saya tidak terlalu memuaskan. Hal itu saya ketahui ketika selesai bikin gambar, kemudian gembar tersebut saya kasikan ke orangnya. Huft,,, tertawa mereka seperti terpaksa. Setelah beberapa kali diajak mas Huhu pergi ke acara kawinan, saya mulai terbiasa. Pernah juga diajak bikin karikatur di Loop Surabaya pada acara semacam bazar yang diadakan LaSalle Collage, sekolah tinggi fashion. Kita berlima. Mas Huhu, Bayu, Ardian, Ardi, Reza dan saya sendiri. Kita menunggu pembeli datang, kadang kebagian rata, kadang tidak. kadang kalo sedang rame masing masing dapat tiga pembeli sudah lumayan. karikatur 1 orang kita hargai 150rb. kalo ndak ada pengunjung kita pulang tanpa bawa uang. Untung belum punya anak istri. he2. Waktu itu saya masih kuliah. Terakhir saya sama mas Huhu pada acara perkawinan di gedung Astoria Mojokerto. Setelah itu saya tinggal di Pungging Mojokerto, rumah orang tua saya dan bikin Gallery. Sejak saat itu saya sudah tidak pernah ketemu dengan Mas Huhu dkk. Terakhir saya ketemu si Reza di tempat percetakan CentralMedia Surabaya.

@ Loop Surabaya.




Karikatur Pak Har(Guru Pkn)

Pak Har adalah guru Pkn di SMAN 1 Mojosari, Mojokerto. Tidak mengurangi rasa hormat,dia adalah guru yang kurang menarik menurut pendapat saya. Dari cara melakukan pendekatan kepada murid, cara dia menjelaskan materi (Maaf Pak Har). Rata-rata semua teman satu tingkat merasakan hal yang sama terhadap beliau. Mereka semua merasa bosan dengan cara pak Har mengajar ditambah jenis pelajaran Pkn itu sendiri sudah membosankan..well.. lengkaplah sudah penderitaan kami. Suatu siang jadwal pelajaran Pkn ada di kelas saya. Jam setelah istirahat kedua. Kondisi kelas bau apek karena keringat teman laki-laki habis bermain sepak bola. Pak Har datang tepat waktu. Owhh... seperti biasa, beliau menjelaskan sesuatu yang entah arahnya kemana, yang pasti hal itu kurang menarik di telinga kami. 

Saya suka corat coret kertas ketika guru sedang menjelaskan sesuatu di depan kelas. Apalagi jam pelajaran Pkn. 2 jam pelajaran saya habiskan untuk corat coret. Mungkin saya terpengaruh ketika melihat gambar-gambar kartun di koran jawa pos, sehingga saya suka membuat kartun pada kegiatan corat-coret yang tidak penting itu. Saya suka rambil bolpen, buku yang tadinya tertutup kini telah terbuka. Terasa tangan ini mengalir begitu saja, seperti tidak disengaja. Saya bentuk wajah beliau dari pipi, dagu, telinga, leher, dan rambut. Tanpa pengahpus tanpa pensil. Saya tidak habis pikir, dari mana kemampuan saya. Ketika saya ingin mengulanginya dengan menggambar guru lain, hasilnya tidak memuaskan seperti gambar pak Har. Selama kurang lebih 5 menit, akhirnya gambar tersebut selesai. Wow.. menurut saya itu gambar yang luar biasa. Kemudian saya tunjukkan pada Ubet, teman sebangku. Gukgukguk... dia menhan tawa dengan menutup mulutnya, matanya terasa mau copot. Diberikan Devita dan Socifah, teman depan bangku. Saya berada di bangku paling belakang. Oleh devita disalurkan ke depan, akhirnya keliling bangku, satu kelas heboh, meringkik seperti kuda. Dua jam pelajaran telah dihabiskan oleh Pak Har dengan berbicara. Beliau keluar dan pelajaran berakhir. Wajah teman-teman mau meledak karena tertawa, suasana kelas menjadi gaduh. Hahahaha...gendeng awakmu Pe, iso muirip e. Namun sayang gambarnya terakhir saya cari di buku sudah tidak ada.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar